Semua orang pada dasarnya pasti punya ketakutan ditolak dari hal yang disukainya,
kita semua takut kalau suatu hari akan kehilangan orang yang kita sayangi, barang yang kita sukai atau ide yang kita usulkan tidak diterima oleh lingkungan sekitar kita. Ada beberapa orang yang sangat ketakutan sampai-sampai tidak mau bersikap santai dan menjadi posesif atau pencemburu, ada orang yang berusaha tenang sebagai usaha defensif atas perasaan takut kehilangannya tapi malah kebablasan sehingga menjadi terlalu cuek.
Padahal, kata seorang teman, “ada pertemuan, ada perpisahan”. Klise sih, tapi, yah..memang begitu kan?
Buatku, masalah utamanya bukan saat moment kehilangan itu terjadi..tapi lebih ke saat penolakannya. Pada saat itu kebanyakan orang akan berpikir tidak cukup “pantas” atau tidak cukup “baik” untuk diterima,, dan mereka akan sedih..
Padahal tidak begitu kok..
Setiap orang adalah kepingan puzzle, dan dunia adalah gambaran dari puzzle yang begitu besaaar..Ketika kita ditolak karena kepingan puzzle kita tidak cocok dengan sekeliling kita, yang seharusnya dikerjakan adalah mencari tempat yang cocok, dan mencari tempat yang cocok dengan kepingan puzzle itu sangat panjang dan kadang kurang menyenangkan kalau seseorang berpikir pesimis dan luar biasa menantang kalau kamu orang yang berpikir positif.
Dunia sekarang sedang tidak sebaik atau sebagus biasanya karena orang-orang yang terluka tidak mencari tempatnya masing-masing yang tepat lagi.
well,hufh! sebetulnya hari ini baru kehilangan “waktu dan persahabatan” dengan seseorang yang sangat lembut..dan rasanya sangat aneh, kosong, dan sedikit sedih..bukan cuma karena dia orang yang menyenangkan, tapi karena aku merasa ditolak, dan itu berarti aku harus berjalan “keliling dunia” untuk mencari atau mungkin menarik dan mengumpulkan orang-orang dengan kepingan puzzle yang tepat lagi di tempat-tempat baru,, perjalanan yang pasti menyenangkan, dan sesuai dengan do’a