share coffee, pastry, news, and love

Kumpulan Basa Basi | Nov 07th 2007

Termangu aku dalam kotak kosong…

Sudah hilang semua harga diri,

Tapi toh kini tak lagi ada yang peduli

 

Mengalirlah memoar cerita tentang seorang putri yang hidup bahagia selamanya

Dalam sebuah istana yang membuat semua terpana

Dengan istal dan kuda-kuda gagah mereka

Dengan sang pangeran tampan yang tak bisa ditembus api

Raja dan permaisuri yang bijak dan berbahagia

Serta tikus-tikus kecil di gudang lumbung padi emas mereka

 

Tapi kenapa semua harus bahagia?

Mana nyawanya?

Bukankah hidup hanya sebuah perjalanan

 

Bukan sekedar tawa canda dan bahagia

Hidup hanya perjalanan

Menembus pikir kita tentang sedih, duka dan senang ria

Lalu apa ujung jalan kita..?

 

Tak ada lagi zona nyaman di titik khayal batas diriku

Hanya kotak kosong yang tak bisa kutinggal pergi

Dan satu perut lapar tanpa harga diri

 

Lucu mengingat bagaimana orang menyamakan harga diri dengan nilai kehidupan. Semua orang berpikir bahwa keduanya sama. Mereka bilang pelacur tidak punya harga diri. Padahal tidak semua begitu. Beberapa lacur dengan harga diri tinggi menaruh nilai hidup mereka pada titik dimana orang lain tak bisa melihatnya. Keluarga mereka, misal. Tapi tak ada kebenaran yang absolut. Semua hanya kata-kata yang terjungkal keluar dari sel kelabu di kepala yang sok pintar.

 

Seperti seorang pujangga yang bersyair tentang omong kosong yang tak ia mengerti.

Hilang sudah harga diri dari nilai yang lampau

Kenapa kini aku harus bangkit?

..Salah!…….

Pertanyaan yang salah!

Bagaimana caraku bangkit?

Nilai-nilai….Kucari nilai hidupku hingga mengiba..

Tapi bukan ini saat untuk menyerah, karena hidup tanpa kata menyerah memberi kita satu tambahan nyawa lagi untuk tertawa dan bertahan tak jadi gila.


Mungkin itu sebabnya kucing tak lagi punya 9 nyawa?

 

Bogor, 11 Desember 2006


No Comments Yet »

Say something?Comments RSS TrackBack URI