share coffee, pastry, news, and love

Payung Kuning si Anak Perempuan | Oct 31st 2007

Di tengah hutan dengan daun yang keemasan, hiduplah seorang anak perempuan berambut hijau yang hidup di rumah kayu yang nyaman dengan orangtuanya yang baik hati.
Anak perempuan ini senang bermain dimana-mana. Dia bermain di atas gunung, di tengah hutan, di tepi danau, dan di bawah pelangi. Lalu setelah puas bermain, si anak perempuan ini akan pulang ke rumah sebelum langit mulai gelap.
Suatu hari Ibu si anak perempuan ini membelikannya payung berwarna kuning. Konon, mulai besok, hujan akan turun dan sang ibu tidak mau anaknya jatuh sakit karena kehujanan. Maka, sejak hari itu, si anak perempuan selalu bermain dengan membawa payung kuningnya.
Tapi suatu hari, ketika si anak perempuan sedang asyik bermain, angin bertiup sangat kencang. Phsyuu…. Phsyuuu…..dan gawat!! Si payung kuning terbang tertiup angin lalu payung itu terbang ke awan, dan tidak turun-turun lagi dari awan.
Wah! Si anak perempuan sangat khawatir dengan payungnya. Maka dia mulai bertanya pada batu.
“Hai Batu!Bagaimana ya cara mengambil si payung kuning yang terbang ke awan?”Tanya si anak perempuan.
Batu pun menjawab.“Oh, kau harus terbang ke awan dengan balon merah besar.”
“Tapi,” kata si anak perempuan. “Aku tidak punya balon merah besar.”
Batu menjawab lagi.“Tapi si bunga biru punya kok.”
Maka si anak perempuan itu pun mencari bunga biru.
Setelah mengatakan keinginannya, bunga biru memberikan permen karet merah dan tali hitam. Lalu bunga biru menyuruh anak perempuan tersebut pergi ke pohon paling besar di hutan.
Pohon yang besar itupun segera meniup permen karet tersebut menjadi balon merah yang besar..besAAR.. dan BESAAR! Setelah itu sang pohon balon merah dengan pita hitam.
Si anak perempuan pun memegang erat-erat pita hitam, dan wuzz! Balon merah itu terbang tinggi ke awan.
Sesampainya di awan, anak perempuan itu kaget sekali. Ternyata di atas awan ada banyak sekali payung yang tersangkut karena tertiup angin.
Dengan teliti, si anak perempuan mencari payung kuningnya di tengah-tengah tumpukan payung di atas awan… Dan..,ketemu! Hore!
Maka si anak perempuan melepas balon merah dengan pita hitam naik ke arah matahari. Lalu si anak perempuan meluncur turun dengan payung kuningnya.
Hari itu mereka sampai di rumah dengan bahagia.


No Comments Yet »

Say something?Comments RSS TrackBack URI