Monster menangis, “Hu..hu..hu..Aku ingin punya teman….Aku ingin punya teman….”
Tapi tidak ada yang mau berteman dengan monster. Kemudian monster melihat pohon berteman dengan burung-burung, jadi monsterpun berpura-pura jadi pohon. Tapi burung-burung tahu kalau pohon itu palsu. Sehingga tidak ada seekor burungpun yang mau hinggap di atas pohon. Monster yang sedih tetap tidak punya teman.
Monster menangis lagi di tepi sungai,”Hu..hu..hu..Aku tidak punya teman!”
Seorang anak kecil yang melintas di tepi sungai tertegun melihat monster terisak-isak dan merasa iba.
“Hei, kamu! Mari berteman denganku!” kata si anak kecil.
Monsterpun gembira sekali. Mereka pun bermain setiap hari. Tapi makin lama, muka si anak kecil semakin sedih.
“Ada apa?” Tanya si monster.
“Tidak ada apa-apa!”Jawab si anak kecil berpura-pura gembira.
Monster tahu si anak kecil hanya berpura-pura gembira. Monster kesal karena merasa dibohongi.
“Bohong! Bohong! Kamu pasti sedang merasa sedih!” Pekik monster.
Tapi si anak kecil tetap tidak mau mengaku. Monster menjadi luar biasa marah dan memakan si anak kecil.
“Hap!Nyam..Nyam..Krieuk..Krieuz..Gluph!Aaah!” Anak kecil itu ditelan si Monster.
Tapi setelah memakan si anak kecil, sang monster justru merasa sedih.
“Hwaa….Hwaa…Aku tidak punya teman lagi!” Monster yang menyesal mencari tahu kenapa si anak kecil bersedih.
Ternyata si anak kecil bersedih karena teman-teman si anak kecil tidak mau bermain lagi dengan si anak kecil karena ia bermain dengan si Monster. Tapi si anak kecil tetap bermain dengan Monster walaupun diejek teman-temannya. Monster jadi merasa sangat bersalah.
“Maaf ya, temanku! Maaf ya, anak kecil yang baik hati! Huks…huks…” Si Monster terus meratapi kesalahannya.
Seorang nenek yang sedang berjalan-jalan mendengar tangis monster itu, “Ada apa monster manis?” Tanya sang Nenek. Monster pun menceritakan semuanya pada si Nenek. Maka Nenek memberi obat tidur untuk si Monster. Setelah Monster tertidur, Nenek segera membelah perut Monster dan mengeluarkan si anak kecil. Kemudian Nenek menjahit kembali perut Monster dan membangunkannya. Sang Monster terkejut melihat si anak kecil dan segera meminta maaf. Monster dan Anak kecil itu pun berbaikan. Nenek yang baik itupun pergi melanjutkan perjalanannya.
Sejak saat itu, si anak kecil kembali berteman dengan teman-temannya yang dahulu, dan si Monster menemukan teman-teman Monster yang lain di dunia Monster.
Tapi kadang, si Monster suka mengintip ke tempat si anak kecil untuk menjaganya, dan bermain bersama.